Jumat, 28 November 2014

Liburan ituuu............. ??




Setumpuk tugas belum juga dapat terselesaikan, jadwal untuk minggu depanpun sudah menunggu dengan sederet aktifitasnya yang pasti melelahkan. Akhir pekan minggu ini belum bisa istirahat juga, ada kegiatan tambahan, deadline target minggu ini juga menunggu. #penat
Keluhan yang sudah biasa terdengar, bahkan sering merasakan sendiri. Katanya butuh liburan, perlu bebas dari rutinias... tapi yang seperti apa ??
Apakah liburan itu benar-benar tidak melakukan aktifitas yang seperti biasa ?? apakah liburan itu bebas meninggalkan tugas-tugas ?? apakah liburan itu pergi ke tempat-tempat rekreasi dan bersenang-senang ?? Apakah hanya seperti ituuu...........
Toh ketika hanya seperti itu kepenatan itu hanya hilang untuk sementara, akan terasa kembali saat rutinitas itu kembali dijalankan.
Liburan yang paling aman adalah ketika kepenatan terjadi, kita pasrahkan semuanya kepada Dzat Yang Maha Adil, Dzat yang Maha Pemberi Semangat, kepada Dzat yang Maha Penyayang.. nikmati semua proses yang terjadi dengan senantiasa bersyukur kepadaNYA.. maka kepenatan itu akan tergantikan dengan ketenangan dan kenyaman saat menjalankan rutinitas yang mungkin ‘melelahkan’. Kepenetan tidak hilang untuk sementara tapi bahkan bisa hilang secara permanent jika treatment itu pun selalu dijalankan.Always J

Selasa, 25 November 2014

Pencitraan Lebih Penting dari Substansi ??




“Pencitraan Lebih Penting dari Substansi”,  terhenyak ketika mendengar kalimat tersebut. Otak ini kemudian bergerak untuk mengingat beberapa kejadian yang telah terlewati belakangan ini. Tidak terlalu dekat mungkin, atau bahkan bisa dibilang sudah lama ; demokrasi, pesta rakyat, pemilu !! Dan Presiden yang terpilih sebagai akibat dari proses itupun tak lepas dari yang namanya proses Pencitraan dalam rangka penjaringan massa. Begitulah slentingan ungkapan yang sering terdengar.
Mungkin memang benar begitu adanya, karena mau tidak mau dalam proses melihat ‘sesuatu’ pasti tidak bisa langsung melihat dalamnya dan yang menjadi pemandangan pertama dalam melihat ya bagian luarnya dulu. Maka ‘pencitraan’ itu bisa menjadi suatu hal yang wajib ketika ingin diperhatikan,  dilirik atau disukai oleh orang lain, karena rasa suka dan ketertarikan bisa muncul dari kesan pertama saat melihat sesuatu. Perlu disadari bersama bahwa kesan pertama itu muncul pasti saat melihat sesuatu di kali pertama juga, dan yang terlihat di kali pertama pastilah pemandangan luar. Dan itulah kenapa pencitraan dilakukan yaitu untuk memperbaiki, mempercantik bagian luar terlebih dahulu agar ketertarikan orang lain muncul untuk bisa mengikuti apa yang dikehendaki ‘pelaku pencitraan’ tersebut dengan mengesampingkan bagian dalam (kepribadian)nya.
Ada juga ungkapan bahwa ‘jangan melihat –menilai- sesuatu dari sampul (cover)nya’. Mereka yang terlalu membenarkan ungkapan tersebut cenderung melakukan pembelaan terhadap sesuatu atau seseorang yang tampilannya memang jelek, kurang memikat dan memang kurang terawat tanpa usaha untuk memperbaikinya. Mereka beralibi isi hati atau dalamnya itu lebih penting tanpa memperhatikan penampilan luar. Iya, itu memang benar tapi tidak harus selalu di benarkan juga. Letak kesalahannya pada ketika membenarkan ungkapan tersebut maka akan mempengaruhi kelakuan si pelaku, cover atau tampilan luar akan tidak terlalu dipentingkan dan diperhatikan karena beranggapan segala sesuatunya jangan dilihat dari tampilan luar akibatnya ya tampilan luar hanya akan terlihat seadanya tanpa dipoles.
Tampilan yang seadanya itulah yang berbahaya. Tampilan yang seadanya akan menyebabkan keengganan orang lain untuk mendekat, bahkan tertarikpun tidak. Ketika hal tersebut terjadi maka isi yang bagus , (dalam) yang baik, substansi yang penting akan tidak berguna akan tidak terpakai akan tidak bermanfaat karena itu hanya diketahui diri sendiri tanpa terpublish oleh umum.
Jadi, cover atau tampilan jelas penting untuk indikator penglihatan dan pandangan orang lain, tapi yang paling penting isi substansinya itu juga harus diselaraskan dengan keelokan tampilan luar.
Ungkapan yang lebih tepat (menurutku) adalah “melihat sesuatu  (seseorang) penting dari cover atau tampilan luar , tapi menilai sesuatu(seseorang) harus dari isi dalamnya dan substansinya”

Minggu, 23 November 2014

Bergerak itu HARUS !!



Perasaan cape, lesu, lunglai sering dirasakan tatkala sedang melakukan suatu pekerjaan secara terus menerus tanpa istirahat yang cukup. Mengeluh!! Itulah yang sering dilakukan.
Bosan dengan melakukan rutinitas yang selalu sama setiap harinya. Padahal jika dilakukan dengan rasa senang dan ikhlas, bosan dan cape tak akan terasa bahkan itu akan menjadi suatu kenikmatan tersendiri. Sebenarnya segala sesuatu yang dilakukan berlandaskan rasa cinta dan senang akan menimbulkan kenyamanan dan kepuasan ketika dilaksanakan.
Dan ketika sudah cape dan bosen dengan kesibukan yang sedang dilakukan, maka liburan yang menyenangkanlah yang selalu diinginkan. Selalu berandai-andai jika menit dan detik yang terlewati setiap harinya tidak dihabiskan dengan hal-hal yang membosankan penuh dengan rutinitas yangselalu dikerjakan.
Oke laah,, liburan kadang memang membuat badan dan fikiran kembali fresh, segar, tidak penat. Tapi hati-hati ketika liburan yang dilakukan terlalu lama itu akan mengakibatkan kebosanan juga.
Uuh lagi-lagi bosan.
Iyaa.. segala sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik. Begitu juga liburan yang terlalu lama pun akhiirnya tidak baik juga.
Nganggur yang terlalu lama disaat liburan menyebabkan otak dan pikiran menjadi tumpul, memupuk rasa malas yang berlebih dalam segala hal. Itu pasti !! mengistirahatkan badan yang lelah terlalu lamapun akan membiarkan badan menjadi tidak peka dan gesit untuk melakukan pekerjaan yang beraat dikemudian hari.
Maka beristirahatlah secukupnya, jangan berlebihan !! bekerjalah dengan senang hati dan ikhlas maka itu akan menjadi nikmat dan kenyamanan dalam bekerjapun akan terasa. Sejatinya raga, jiwa, dan pikiran ini harus senantiasa bergerak  dan memang diciptakan untuk digerakkan, dipakai dengan tujuan memberi kebermanfaatan untuk sesama.