Minggu, 28 September 2014

Ohayou Gozaimasu

 Ohayou gozaimasu..
Hajimemashite, watashi wa Hello Kitty desu.
Watashi wa Jensoed-daigaku no gakusei desu. Anata wa gakusei desu ka.

Indonesia kara kimashita. Watashi wa Ngapak no hito desu.
watashi wa 19 (ju kyuu)-sai desu.

Are wa watashi no kokoro no tomo. Anohito wa Mr.68 (Mr. Danbo) desu. hehehe :-D , anohito wa watashi no kaibito ja arimasen -_- anohito wa dare no kaibito desu ka :(

Arigatou gozaimasu
Douzo yoroshiku onegai-shimasu.

Rabu, 03 September 2014

Belajar Memahami



Manusia adalah makhluk sosial, yang selalu dan pasti membutuhkan manusia lain dalam segala sisi kehidupan yang dialaminya. Tak mungkin seseorang bisa hidup sendiri di dunia ini, meskipun dia menyangkal bisa bertahan hidup sendiri pasti akhirnya saat dia matipun akan membutuhkan orang lain lagi untuk mengurusi perawatan jenazahnya.
Manusia memerlukan orang lain tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan hidup yang tampak fisik saja ( seperti sandang, pangan, papan, pendidikan,  kesehatan dan lain-lain) akan tetapi dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaniyahnya seperti kebahagiaan hidup, ketenangan batin dan kenyamanan bersosialisai pastinya manusia membutuhkan orang lain.
Apalagi ketika seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan yang membuat hari-harinya tak tenang, galau dan resah, selain mengadu kepada Tuhan-nya untuk mencari ketenangan  dia juga membutuhkan orang lain (orang terdekat) dan akan menceritakan kegelisahannya itu agar kegelisahan itu setidaknya dapat berkurang dan mendapatkan masukan atau pendapat yang bisa dipakainya untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialaminya tersebut.
Berikut, beberapa etika yang perlu diterapkan ketika kita dihadapkan dengan orang-orang yang sedang menceritakan kegelisahannya, agar kita-pun dapat melakukan tindakan yang tepat dan hubungan pertemananpun akan tetap terjalin dengan baik :
·         Dengarkanlah temanmu menceritakan kegelisahannya dengan baik, tanpa mencela, jangan memotong ceritanya, karena hal tersebut dapat merusak mood-nya , bisa menyebabkan dia merasa tidak dihargai dan tidak mau melanjutkan ceritanya. Biarkan dia menceritakan kegelisahannya sampai tuntas.
·         Ketika mendengarkan, fokuskan perhatian kita hanya pada-nya, jangan memalingkan wajah darinya apalagi melakukan hal2 atau aktivitas yang dapat mengganggunya apalagi mengalihkan perhatiaannya dari cerita kegelisahannya
·         Dia yang sedang curhat pastilah orang yang sedang membutuhkan perhatian lebih, maka tampakkanlah perhatian , rasa simpati terhadap masalah yang sedang dihadapinya seolah kita juga ikut merasakannya
·         Ketika kita memberikan tanggapan atas ceritanya, mencoba memberikan solusi atas permaslahannya maka gunakanlah bahasa yang baik, pilihlah diksi yang tepat yang bisa di terima oleh teman kita tersebut. Maksudnya adalah jangan sampai kata-kata yang akan kita sampaikan menambah down mentalnya, walaupun mungkin saran kita bagus untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya tapi kata-kata yang kita gunakan menyakitinya maka saran itu akan sia-sia tidak bisa diterima olehnya.
·         Berikanlah sugesti yang positif, motivasi yang membangun, agar dia tidak selalu terpuruk dengan permasalahan yang dihadapinya. Jangan memberikan sugesti yang buruk yang akan menenggelamkan dia thdp masalah yang lbh besar.
·         Jangan meninggalkannya sebelum ceritanya selesai. Temanilah sampai dia merasa tenang atau puas telah menceritakan permasalahannya dengan kita.

Bersosialisasi dengan baik sangat perlu dilakukan agar hubungan dalam kehidupan masyarakat di dunia ini terjalin dengan baik, karena sampai kapanpun dan dimanapun kita pasti membutuhkan orang lain.