Manusia adalah makhluk sosial, yang selalu dan pasti
membutuhkan manusia lain dalam segala sisi kehidupan yang dialaminya. Tak
mungkin seseorang bisa hidup sendiri di dunia ini, meskipun dia menyangkal bisa
bertahan hidup sendiri pasti akhirnya saat dia matipun akan membutuhkan orang
lain lagi untuk mengurusi perawatan jenazahnya.
Manusia memerlukan orang lain tidak hanya dalam memenuhi
kebutuhan hidup yang tampak fisik saja ( seperti sandang, pangan, papan,
pendidikan, kesehatan dan lain-lain)
akan tetapi dalam rangka memenuhi kebutuhan ruhaniyahnya seperti kebahagiaan
hidup, ketenangan batin dan kenyamanan bersosialisai pastinya manusia
membutuhkan orang lain.
Apalagi ketika seseorang dihadapkan pada suatu permasalahan
yang membuat hari-harinya tak tenang, galau dan resah, selain mengadu kepada
Tuhan-nya untuk mencari ketenangan dia
juga membutuhkan orang lain (orang terdekat) dan akan menceritakan
kegelisahannya itu agar kegelisahan itu setidaknya dapat berkurang dan
mendapatkan masukan atau pendapat yang bisa dipakainya untuk menyelesaikan
permasalahan yang sedang dialaminya tersebut.
Berikut, beberapa etika yang perlu diterapkan ketika kita
dihadapkan dengan orang-orang yang sedang menceritakan kegelisahannya, agar
kita-pun dapat melakukan tindakan yang tepat dan hubungan pertemananpun akan
tetap terjalin dengan baik :
·
Dengarkanlah temanmu menceritakan kegelisahannya
dengan baik, tanpa mencela, jangan
memotong ceritanya, karena hal tersebut dapat merusak mood-nya , bisa menyebabkan dia merasa tidak dihargai dan tidak mau
melanjutkan ceritanya. Biarkan dia menceritakan kegelisahannya sampai tuntas.
·
Ketika mendengarkan, fokuskan perhatian kita hanya pada-nya, jangan memalingkan wajah
darinya apalagi melakukan hal2 atau aktivitas yang dapat mengganggunya apalagi
mengalihkan perhatiaannya dari cerita kegelisahannya
·
Dia yang sedang curhat pastilah orang yang
sedang membutuhkan perhatian lebih, maka tampakkanlah
perhatian , rasa simpati terhadap masalah yang sedang dihadapinya seolah
kita juga ikut merasakannya
·
Ketika kita memberikan tanggapan atas ceritanya,
mencoba memberikan solusi atas permaslahannya maka gunakanlah bahasa yang baik,
pilihlah diksi yang tepat yang bisa
di terima oleh teman kita tersebut. Maksudnya adalah jangan sampai kata-kata
yang akan kita sampaikan menambah down
mentalnya, walaupun mungkin saran kita bagus untuk menyelesaikan permasalahan
yang sedang dihadapinya tapi kata-kata yang kita gunakan menyakitinya maka
saran itu akan sia-sia tidak bisa diterima olehnya.
·
Berikanlah
sugesti yang positif, motivasi yang membangun, agar dia tidak selalu
terpuruk dengan permasalahan yang dihadapinya. Jangan memberikan sugesti yang
buruk yang akan menenggelamkan dia thdp masalah yang lbh besar.
·
Jangan
meninggalkannya sebelum ceritanya selesai. Temanilah sampai dia merasa
tenang atau puas telah menceritakan permasalahannya dengan kita.
Bersosialisasi
dengan baik sangat perlu dilakukan agar hubungan dalam kehidupan masyarakat di
dunia ini terjalin dengan baik, karena sampai kapanpun dan dimanapun kita pasti
membutuhkan orang lain.