Bismillah,,
dari buku yang berjudul "Matahari
Pembaharuan" yang ditulis oleh HM Nasruddin Anshory Ch ada satu bagian
yang bertajuk 'Mutiara Kata Kiai Ahmad Dahlan'. Didalamnya terdapat beberapa
nasihat dan wasiat KH. Ahmad Dahlan di tengah-tengah sakitnya di awal tahun
1923.
Beberapa nasihat dan wasiat yanng ingin saya tulis kembali diantaranya :Kutitipkan Muhammadiyah
" Mengingat keadaan tubuhku, kiranya
aku tidak lama lagi akan meninggalkan anak-anakku semua. Sedangkan aku tidak
memiliki harta-benda yang bisa kutinggalkan kepadamu.Aku hanya memiliki
Muhhammadiyah yang akan kuwariskan kepadamu sekalian.
"karena itu kutitipkan Muhammadiyah ini
kepadamu sekalian dengan penuh harapan agar engkau sekalian mau memelihara dan
menjaga Muhammadiyah itu dengan penuh hati. agar muhammadiyah bisa terus
berkembang selamanya."
Memajukan Muhammadiyah
" Aku berdoa agar kamu sekalian yang
mewarisi , menjaga,dan memajukan Muhammadiyah, semoga Alloh SWT senantiasa
mengaruniai taufik dan hidayah-Nya dalam mengamalkan dan memperjuangkan agama
islam yang sempurna. Melalui usaha demikian aku berharap semoga ssegala macam
penyakit yang selama ini menyebabkan kemunduran umat Islam dan segala macam
penyakit dalam tubuh masyarkat semakin hilang sehingga tubuh masyarakat itu
menjadi semakin sehat.”
Tanda
Mencintai Muhammadiyah
“Aku berpesan, hendaklah engkau sekalian bekerja
dengan sungguh-sungguh, penuh kebijaksanaan, penuh kehati-hatian serta senantiasa
waspada di dalam menggerakkan Muhammadiyah dan dalam mengerahkan tenaga umat.
Janganlah engkau menganggap masalah ini sebagai persoalan kecil dan sepele,
persoalan Muhammadiyah adalah masalah besar. Siapa saja yang mengindahkan
pesanku adalah pertanda orang yang tetap mencintai aku dan Muhammadiyah.”
Semangat
Ber-Muhammadiyah
“Mengapa engkau begitu bersemangat saat mendirikan
rumahmu agar cepat selesai, sedangkan gedung untuk keperluan persyarikatan Muhammadiyah tidak engkau perhatikan dan tidak
segera diselesaikan?”
Kewajiban
Setiap Orang
“Aku ini sudah tua, berusia lanjut, kekuatanku
pun sudah sangat terbatas. Tapi, aku tetap memaksa diri memenuhi kewajibanku
beramal, bekerja, dan berjuang untuk mengakkan dan menjunjung tinggi perintah
Tuhan. Aku sangat ykin seyakin-yakinnya bahwa memperbaiki urusan yang terlanjur
salah dan disalahgunakan atau diselewengkan adalah merupakan kewajiban setiap
manusia, terutama kewajiban umat islam.”
Keputusan
Sidang
“Hendaknya setiap warga Muhammadiyah jangan
tergesa-gesa menyanggupi suatu tugas yang ditetapkan oleh sidang persyarikatan.
Telitilah terlebih dahulu keputusan sidang yang menetapkan engkau untuk
melakukan suatu tugas apakah pemenuhan tugas itu bersamaan dengan tugas yang
telah engkau sanggupi sebelumnya.
“Jika itu terjadi, hendaknya kau permudah
memenuhi tugas dalam waktu yang tidak bersamaan dengan tugas lainnya, agar
engkau tidak mudah mempermainkan keputusan sidang dengan hanya mengirim surat
atau memberi tahu ketika mendapati waktu pemenuhan tugas itu bersamaan dengan
tugas lainnya yang telah engkau sanggupi sebelumnya.”
Alasan tidak
Memenuhi Tugas
“Jika engkau minta izin tidak melakukan suatu
pekerjaan yang telah ditetapkan olehsuatu keputusan sidang persyarikatan
sepertti untuk berbaligh, janganlah engkau meminta izin kepadaku, tapi memintalah
izin kepada Tuhan dengan mengemukakan alasan-alasan. Beranikah engkau
mempertanggungjawabkan tindakanmu itu kepada-Nya?
“Jika engkau meminta izin tidak memenuhi tugas
tersebut karena alasan tidak mampu, maka beruntunglah engkau! Aku akan mengajarkan
kepadamu bagaimana memenuhi tugas tersebut. Tapi, jika engkau meminta izin
tidak memenuhi tugas tersebut hanya karena sekedar enggan, maka tiadalah orang
yang bisa mengatasi seseorang yang memang tidak mau memenuhi tugasnya.
Janganlah persoalan rumah tangga dijadikan halangan memenuhi tugas
kemasyarakatan!”
Nasihat dan wasiat di atas hanyalah beberapa,
tidak semua dari yang KH. Ahmad Dahlan sampaikan.
Semoga dapat bermanfaat dan menjadi renungan buat
kita semua dalam menjalankan tugas mulia di bumi tercinta ini. :-) :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar